Desa Hendrosari kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 8–9 Mei 2026 ini berlangsung meriah serta mendapat antusias tinggi dari warga dan para pengunjung.
Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi diawali pada hari Jumat, 8 Mei 2026 dengan do’a bersama yang diikuti oleh masyarakat Desa Hendrosari, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. Suasana khidmat terasa ketika seluruh warga memanjatkan harapan agar Desa Hendrosari senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemajuan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Dr. H. Mohammad Qosim, M.Si. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mempererat tali silaturahmi, serta melestarikan budaya dan tradisi desa yang sarat nilai kebersamaan.
Pada malam harinya, masyarakat disuguhkan pertunjukan pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Didik Sasmito Aji yang berlangsung semalam suntuk. Pagelaran tersebut menjadi hiburan rakyat yang sangat dinantikan sekaligus menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya tradisional Jawa.
Memasuki hari kedua, Sabtu, 9 Mei 2026, kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan acara tumpengan dan arak-arakan gunungan yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Gunungan hasil bumi yang diarak keliling desa menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan keberlimpahan rezeki.
Suasana semakin semarak ketika warga berbondong-bondong menyaksikan arak-arakan sambil menikmati kebersamaan antarwarga. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan gotong royong masyarakat Desa Hendrosari.
Pada sore harinya, masyarakat kembali dihibur dengan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan suasana khas budaya Jawa yang penuh pesan moral dan nilai kehidupan. Kemudian rangkaian kegiatan Sedekah Bumi tahun 2026 resmi ditutup pada malam hari dengan penampilan Ludruk Gita Praja yang berhasil menghibur masyarakat dengan pertunjukan khas Jawa Timur yang penuh humor dan pesan kehidupan sosial.
Melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, Pemerintah Desa Hendrosari berharap tradisi budaya leluhur dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sekaligus menjadi momentum untuk mempererat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.
Sedekah Bumi Desa Hendrosari tahun 2026 menjadi bukti bahwa tradisi budaya dan nilai religius dapat berjalan berdampingan dalam menciptakan keharmonisan masyarakat desa.